January 5th, 2012

Penyakit Kehamilan, Hipertensi Kehamilan dan Kehamilan Resiko Tinggi

Penyakit Kehamilan dan Hipertensi Kehamilan

Penyakit Kehamilan dan Hipertensi Kehamilan

Ibu hamil yang mempunyai penyakit sejak sebelum mengandung harus lebih berhati-hati dan waspada karena penyakit kehamilan ini dapat menular ke janin yang ada dalam kandungannya.

Berikut ini adalah beberapa penyakit ibu hamil yang harus diwaspadai karena akan membahayakan janin :

  1. TBC Paru-paru. Umumnya penyakit kehamilan ini tidak menular ke janin. Namum akan berbahaya jika bayi yang baru lahir di dekatkan kepada sang ibu yang sedang mengidap TBC paru-paru aktif karena sangat mudah tertular.
  2. Asma bronchial. Penyakit ibu hamil ini adalah salah satu penyakit turunan. Selama kehamilan Asma ini bisa bertambah parah atau bahkan berkurang. Untuk menyembuhkannya, ibu hamil dianjurkan untuk mengontrol tekanan emosionalnya.
  3. Radang paru-paru/pneumonia. Penyakit ibu hamil ini dapat membahayakan keselamatan ibu dan janin. Selain itu, radang paru-paru juga akan menghambat proses persalinan.
  4. Anemia ibu hamil. Gejala yang dirasakan adalah wajah pucat, lemah, letih lesu, tidak bergairah, mudah mengantuk, mudah sakit, pandangan berkunang-kunang, sesak nafas danĀ  jantung berdebar-debar.
  5. Toxoplasma. Infeksi toxoplasma berbahaya jika terjadi pada ibu hamil yang sistem kekebalan tubuhnya sedang terganggu.
  6. Rubella. Tanda penyakit ini adalah timbul ruam pada kulit, demam akut da pembesaran kelenjar getah bening. Penyakit pada ibu hamil ini dapat mengakibatkan kelainan pada janinnya.
  7. Cytomegalovirus (CMV). Jika janin tertular penyakit wanita hamil ini maka akan menyebabkan kelainan organ seperti pekapuran otak, kuning, tuli, pembesaran hati dan retardasi mental.
  8. Herpes Simpleks Tipe II. Bayi yang telah tertular virus ini biasanya kulitnya melepuh sampai dapat berakibat fatal.
  9. Hipertensi kehamilan. Hipertensi atau disebut juga tekanan darah tinggi adalah tekanan aliran darah dari jantung mengalir lebih cepat sehingga dapat merusak dinding arteri pembuluh darah. Wanita hamil yang memiliki penyakit hipertensi sebelum dia hamil memiliki kemungkinan terjadi komplikasi kehamilan lebih tinggi dibanding wanita hamil yang memiliki hipertensi sewaktu hamil. Akibat fatal dari hipertensi adalah kerusakan ginjal pada wanita hamil dan sangat membahayakan keselamatan janin. Penyakit ini juga dapat menyebabkan stroke, kerusakan pembuluh darah sampai gagal jantung.

Selain penyakit kehamilan, alangkah baiknya jika Anda juga mengetahui apa saja yang termasuk kehamilan resiko tinggi :

  1. Ibu hamil dengan tinggi badang kurang dari 145 cm.
  2. Badan ibu hamil kurus pucat.
  3. Bentuk panggul ibu yang tidak normal.
  4. Umur ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun.
  5. Jarak kelahiran anak kurang dari 2 tahun.
  6. Jumlah anak lebih dari 4 orang.
  7. Sebelumnya sering terjadi keguguran.
  8. Mempunyai kesulitan pada kehamilan sebelumnya.
  9. Kaki bengkak.
  10. Merasakan kepala pusing yang sangat hebat.
  11. Terjadi pendarahan pada waktu hamil.
  12. Cairan ketuban keluar sebelum waktunya.
  13. Batuk-batuk.

Berikut ini dijelaskan akibat yang akan ditimbulkan dari ibu hamil resiko tinggi :

  1. Kemungkinan besar bayi akan lahir premature (belum cukup bulan).
  2. Keguguran.
  3. Bayi lahir dengan berat lahir yang rendah (BBLR)
  4. Pendarahan sebelum dan setelah persalinan.
  5. Mengalami persalinan yang tidak lancar.
  6. Janin dapat mati di dalam rahim.
  7. Keracunan kehamilan.
  8. Ibu yang sedang hamil atau sedang menjalani proses persalinan dapat meninggal dunia.

This entry was posted on Thursday, January 5th, 2012 at 1:22 am and is filed under Kehamilan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply