September 13th, 2016

Meningkatkan Suplai ASI atau Air Susu Ibu

Meningkatkan Suplai Air Susu Ibu

Meningkatkan Suplai Air Susu Ibu

Menyusui adalah sesuatu yang alami di dunia ini karena pada dasarnya semua ibu yang baru melahirkan bayi bisa menyusui bayinya. Namun jika Anda belum pernah melakukannya maka Anda tidak akan pernah tahu bagaimana cara menyusui bayi yang baru lahir.

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) harus segera dilakukan sesaat bayi lahir. IMD mendorong bayi agar lebih aktif menemukan sendiri puting susu ibu daripada sang ibu yang aktif menyusui. IMD sangat bermanfaat untuk bayi karena dapat menghindari kegagalan menyusui di kemudian hari.

Cairan ASI akan keluar 2-3 hari setelah melahirkan. Cairan yang pertama kali akan keluar biasanya berwarna kekuningan, jangan sampai Anda buang karena itu adalah kolostrum yang berfungsi sebagai cairan penuh dengan antibodi, sangat mudah dicerna dan sarat dengan gizi yang dibutuhkan sang bayi tersebut. Menyusui sangat berguna bagi kesehatan sang ibu karena dapat membantu memulihkan rahim dan mengurangi pendarahan pasca melahirkan.

Percaya atau tidak, suplai ASI dari sang ibu sangat dipengaruhi oleh kedekatan secara emosional sang ibu pada bayinya. Jika sang ibu bersedia mencurahkan sepenuhnya cinta dan kasih sayang pada sang bayi maka secara alamiah suplai ASI untuk si buah hati akan selalu terpenuhi.

Suplai ASI yang begitu alami akan mengikuti berapapun permintaan dari sang bayi. Jika pada saatnya sang bayi semakin tumbuh besar maka permintaan ASI oleh sang bayi otomatis akan meningkat, tubuh sang ibu pun secara alamiah akan menghasilkan susu lebih banyak untuk memenuhi permintaan tersebut.

Pada saat memberikan ASI eksklusif, usahakan jangan sampai menunggu bayi menangis. Buatlah jadwal pribadi setiap 2-3 jam untuk menawarkan ASI kepada sang bayi. Pada dasarnya bayi membutuhkan banyak usaha untuk mendapatkan susu dari sang ibu. Jika Anda terlambat memberikan ASI maka bayi akan terlalu rewel karena lelah dan Anda akan kesulitan untuk membuatnya tenang.

Bayi yang meminum ASI umumnya tidak menelan banyak udara dan mungkin lebih sulit untuk bersendawa. Jika memberi ASI mulailah dari payudara yang terakhir disusui oleh bayi, hal ini membantu menjaga pasokan ASI Anda. Bahkan bayi tidak akan minum banyak dari payudara yang kedua.

Memberi susu formula pada usia beberapa minggu pertama bukanlah hal yang dianjurkan. Cukuplah memberikan hanya ASI eksklusif kepada bayi Anda karena ASI Anda sudah memenuhi semua kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Efek samping susu formula yang diberikan kepada bayi usia beberapa bulan pertama adalah bayi akan merasakan kenyang lebih lama karena sulit baginya untuk mencerna susu tersebut.

Kebanyakan ibu sering ragu-ragu, apakah bayi mereka sudah tercukupi kebutuhan nutrisinya? Tidak perlu camas, cara yang terbaik untuk menjawab keraguan ini adalah dengan memantau perkembangan berat badan sang bayi. Biasanya, sejalan dengan umurnya bayi yang sehat akan tumbuh besar dan bertambah berat sesuai dengan patokan yang diberikan oleh dokter kandungan atau bidan Anda. Selama sang bayi secara rutin buang air kecil dan buang air besar maka tidak ada yang perlu di khawatirkan.

Untuk menjaga suplai makanan bayi Anda (ASI) sang ibu harus pintar merawat diri dan mengkonsumsi makanan sehat serta cukup minum air putih. Selain itu Anda juga harus cukup istirahat agar pasokan ASI Anda tidak terganggu.

 

This entry was posted on Tuesday, September 13th, 2016 at 6:42 am and is filed under Kehamilan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply