January 3rd, 2012

Fenomena Bayi Tabung dan Donor Telur

Sepasang suami istri pada umumnya ingin memiliki anak. Namun keinginan itu tidak selalu dapat diwujudkan bagi semua orang. Ada sebagian pasangan suami istri yang mengalami masalah ketidaksuburan atau infertil. Namun, tidak subur bukan berarti mengalami kemandulan tetapi pasangan tersebut mempunyai masalah terhadap proses pembuahan sel telur oleh sel sperma sehingga tidak dapat mempunyai keturunan.

Saat ini masalah tersebut sudah mulai ada solusinya, terutama di negara barat. Dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang di dunia medis, memungkinkan pasangan suami istri yang mengalami masalah ketidaksuburan untuk mempunyai anak. Cara yang ditawarkan kepada mereka adalah proses Bayi Tabung.

Pengertian Bayi Tabung atau biasa disebut juga In Vitro Fertilization (IVF) adalah sebuah metode pengambilan sperma dan sel telur untuk dipertemukan di luar organ wanita agar terjadi pembuahan. Setelah matang dan terjadi pembuahan maka akan dimasukkan kembali ke dalam rahim sang wanita dengan harapan hasil pembuahan tersebut akan berkembang menjadi janin manusia.

Tentang bayi tabung di Indonesia sudah banyak diperbincangkan bahkan sudah ada sebagian kalangan pasangan suami istri yang merasakan manfaatnya dan berhasil memperoleh anak dari proses bayi tabung tersebut. Bayi tabung merupakan pilihan yang tidak semua pasangan suami istri dapat menjalankannya karena biaya bayi tabung yang masih sangat mahal dan prosedurnya yang kompleks. Hukum bayi tabung juga masih di perbincangkan dan di rumuskan oleh banyak kalangan, dari sisi agama maupun dari sisi norma kesusilaan.

Ada satu hal lagi yang masih terasa asing untuk kita, sudah terjadi di luar negeri. Wanita yang tidak bisa hamil karena tidak dapat memproduksi sel telur, dengan kemajuan teknologi medis dimungkinkan dapat hamil dan melahirkan bayi dengan cara membeli donor telur. Hal ini juga berlaku bagi pria mandul. Dia masih dapat mempunyai anak dari istrinya dengan cara mendapatkan sel sperma dari donor sperma atau melalui bank sperma. Dua metode ini yaitu donor telur dan bank sperma atau donor sperma telah terbukti banyak membantu pasangan infertil (tidak subur) untuk memiliki anak.

Donor telur di Indonesia masih dianggap ilegal karena tidak mempunyai pengakuan secara hukum. Namum donor telur di berbagai belahan dunia barat telah marak dan terus berkembang karena permintaannya terus meningkat. Di Amerika dan Eropa, pasangan suami istri yang ingin mendapatkan donor telur harus membayar mahal. Donor telur dapat mencapai harga US $ 50.000 atau sekitar Rp. 425.000.000 (kurs Rp. 8.500)  yang berasal dari seorang mahasiswi ber IQ tinggi atau berasal dari etnis tertentu.

Seorang ibu yang berhasil memiliki anak dari hasil donor telur akan diakui sah secara hukum sebagai anaknya, walaupun secara biologis bukan anaknya karena sel telurnya berasal dari orang lain.

This entry was posted on Tuesday, January 3rd, 2012 at 1:17 am and is filed under Kehamilan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply