Cara Menggugurkan Kandungan dengan Ilmu Medis

Cara Mengugurkan Kandungan

Cara Mengugurkan Kandungan

MENGGUGURKAN KANDUNGAN

Menggugurkan kandungan adalah pilihan terakhir dan dibolehkan hanya bila ditemukan indikasi medis yang mengharuskan untuk melakukan penguguran kandungan karena bila tidak sangat membahayakan kesehatan dan keselamatan nyawa sang ibu. Secara medis, cara menggugurkan kandungan ada bermacam-macam. Masing-masing metode mempunyai risiko yang tinggi bagi sang ibu. Berikut ini dijelaskan masing-masing metode bagaimana menggugurkan kandungan dan risiko yang akan ditimbulkannya.

MENGGUGURKAN KANDUNGAN

1.      Menggugurkan Kandungan – Metode Penyedotan (Suction Curettage)

Metode penyedotan adalah cara menggugur kandungan dengan memakai mesin penyedot dengan ujung yang tajam. Hanya diperbolehkan secara medis pada usia kehamilan trimester 1.

Caranya, mulut rahim akan dimekarkan secara paksa kemudian ujung mesin penyedot tersebut dimasukkan ke dalam rahim. Ketika mesin ini dinyalakan maka akan tersedotlah janin dari dinding rahim dalam kondisi yang berantakan. Hasilnya plasenta, cairan ketuban, darah dan tentunya potongan janin kemudian akan dikumpulkan dalam satu wadah khusus.

Risiko yang akan ditimbulkan adalah bila kurang hati-hati dinding rahim akan ikut tersedot dan robek. Jika dinding rahim robek maka akan terjadi pendarahan hebat dan dalam kondisi yang fatal, dapat dilakukan operasi pengangkatan rahim atau bahkan kematian sang ibu. Selain itu ada kemungkinan terjadi peradangan dan infeksi karena bagian janin dan plasenta masih tertinggal di dalam rahim.

 

2.      Menggugurkan Kandungan – Metode D&C (Dilatasi dan Kerokan)

Cara menggugurkan janin dengan memotong-motong tubuh janin menggunakan pisau tajam dari baja agar tubuh janin menjadi serpihan-serpihan kecil. Pisau dimasukkan melalui mulut rahim yang telah dimekarkan secara paksa, lalu ahli medis akan melakukan pemotongan janin menjadi serpihan. Kemudian rahim akan dibersihkan dan plasenta akan dikeruk dari dinding rahim dengan alat pengeruk. Secara medis, cara penggugur janin ini hanya boleh dilakukan pada usia kehamilan baru memasuki trimester 1.

Cara mengugurkan kehamilan dengan metode ini biasanya mengeluarkan lebih banyak darah dan kemungkinan komplikasi juga lebih tinggi karena dinding rahim sangat rawan robek terkena pisau potong yang tajam.

 

3.      Menggugurkan Kandungan – Metode Pil RU 486

Cara Mengugurkan Janin

Mengugurkan Kandungan

Cara alami menggugurkan kandungan dengan cara menelan pil RU 486 atau yang di kenal dengan Pil Aborsi Perancis yang berisi hormon tertentu untuk menghambat suplai makanan dari plasenta ke janin dan menekan pertumbuhan janin.

Pil RU 486 adalah zat kimia yang dapat menggugurkan kandungan karena akan memblokir hormon progesterone sehingga janin tidak mendapat makanan dari plasenta. Setelah meminum pil RU 486, pada tubuh ibu akan diberikan suntikan hormon prostaglanding yang akan merangsang kontraksi pada rahim sehingga janin dapat terlepas dari rahim. Beberapa waktu kemudian janin akan mati dan otomatis akan keluar dari rahim sang ibu.

Setelah janin keluar, rahim akan diperiksa kembali apakah aborsi telah terlaksana dengan sempurna atau belum. Jika masih ada yang tertinggal maka harus dilakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan sisa janin dan plasenta. Metode ini hanya boleh digunakan ketika usia kehamilan baru memasuki trimester pertama.

Cara tradisional menggugurkan kandungan ini memiliki banyak efek samping dan risiko yang tinggi. Jika wanita hamil mengkonsumsi pil ini maka akan mengakibatkan pusing-pusing, mual dan muntah, serangan jantung, pendarahan hebat yang dapat berujung pada kematian.

Metode menggugurkan kandungan tradisional ini ternyata tidak hanya berdampak pada kehamilan saat itu ingin digugurkan namun dapat berdampak buruk pada kehamilan yang diinginkan berikutnya. Jika si wanita ingin hamil lagi, dia dapat mengalami bayi lahir cacat atau keguguran spontan karena telah rusaknya sistem hormon.

 

4.      Menggugurkan Kandungan – Metode Suntikan Methotrexate (MTX)

Cara aborsi dengan mengunakan suntikan MTX yang berisi racun kepada tubuh wanita hamil dengan tujuan meracuni janin dalam rahim. Metode ini hanya diperbolehkan pada usia kehamilan baru memasuki trimester 1. Suntikan MTX adalah zat kimia yang bisa menggugurkan kandungan karena akan menghilangkan asam folat di dalam tubuh yang penting untuk pertumbuhan janin. Akibatnya janin tidak dapat berkembang dan mati. Disamping itu, MTX juga akan menghambat produksi hormon Progresteron dan HCG yang dapat mengakibatkan keguguran.

Sebenarnya MTX bersifat racun, jadi bukan janin saja yang diracuni namun tubuh ibu hamil tersebut juga terkena racun yang sangat berbahaya. Suntikan MTX dapat mengakibatkan diare, sakit kepala, pengelihatan kabur, kekurangan darah, kerusakan fungsi hati, sakit paru-paru dan depresi sumsum tulang belakang.

 

5.      Menggugurkan Kandungan – Metode Dilatasi dan Evakuasi (D&E)

Tips menggugurkan kandungan dengan metode dilatasi dan evakuasi adalah dengan mengunakan pisau baja yang tajam dan alat seperti tang untuk memotong dan menghancurkan tulang janin. Tenaga medis akan memasukkan tang dan pisau tersebut ke dalam rahim dan merobek-robek tubuh janin. Setelah itu sedikit-sedikit serpihan janin dan tulang diangkat dari rahim sampai bersih. Cara ini hanya diperkenankan pada usia kehamilan maksimal 24 minggu atau 6 bulan.

Pada usia kehamilan 6 bulan tulang dan tengkorak janin sudah mulai mengeras jadi risiko ikut robeknya dinding rahim sang ibu juga sangat tinggi ketika proses aborsi berlangsung. Jika dinding rahim terluka maka akan terjadi infeksi pada rahim dan bila kondisinya parah, terpaksa harus dilakukan pengangkatan rahim atau dapat berakibat pada kematian sang ibu.

 

6.      Menggugurkan Kandungan – Metode Racun Garam (Saline/Salt Poisoned)

Cara mengugurkan kandungan dengan mengganti sebagian air ketuban dengan racun berupa larutan garam dengan tujuan meracuni janin. Metode ini hanya diperkenankan pada usia kehamilan memasuki 16 bulan karena pada saat itu air ketuban sudah cukup melindungi seluruh tubuh janin.

Caranya tim medis akan mengambil cairan ketuban sebanyak 250ml lalu menggantinya dengan racun garam yang akan menjadi makanan menggugurkan kandungan bagi janin. Janin yang sedang belajar mencicipi dan menelan air ketuban akan keracunan dan mati. Kulit janin akan terbakar dan menjadi hitam lalu setelah 35 jam dari penyuntikan racun garam, janin akan dilahirkan dalam keadaan mati.

Efek samping dari metode penyuntikan racun garam adalah pembekuan darah wanita yang melakukan aborsi yang tidak terkendali di seluruh tubuh. Dapat juga menimbulkan pendarahan hebat, kerusakan yang serius pada sistem syaraf sentral, koma dan serangan jantung mendadak bahkan dapat berujung pada kematian wanita tersebut.

MENGUGURKAN KANDUNGAN BESAR RESIKONYA

Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk menggugurkan kandungan alangkah baiknya mempertimbangan semua risiko yang akan ditimbulkan dari metode penggugur janin yang telah diuraikan diatas. Sebab, bagaimanapun juga menggugurkan janin sama dengan membunuh nyawa manusia yang tidak bersalah dan tidak lain dia adalah darah daging kita sendiri. Mencegah kehamilan adalah alternatif yang masih jauh lebih baik dan lebih aman dibandingkan tindakan aborsi atau menggugurkan kandungan. Aborsi atau mengugurkan kandungan lebih identik dengan dampak pergaulan bebas dan jelas ditentang keras oleh aliran agama manapun dan bertentangan dengan rasa kemanusiaan dan keadilan.

Kata Kunci Pencarian:

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge